✪ Haram? Hukum Menjual Buah-Buahan Sebelum Matang

Pembahasan kali ini menjual buah-buahan di pohon sebelum matang atau sebelum layak untuk dimakan. Para ulama ijma’ bahwa larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam ini menunjukkan hukumnya haram. & larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini kalau dilakukan (misalnya menjual mangga yang belum matang) maka jual belinya rusak. Konsekuensinya adalah uang yg diterima penjual adalah uang yg haram & barang yg diterima oleh pembeli adalah barang yg tidak halal.

Baca Juga : jodohku cerminan diriku sendiri


Akan tetapi larangan ini tidak mutlak. Dikecualikan hal ini melalui ijma’ para ulama kalau ada orang yg membeli buah-buahan sebelum matang, berarti dia adalah pedagang yg membeli mangga muda, nangka muda untuk sayur, kelapa muda, pepaya muda. Ijma’ para ulama membolehkan hal tersebut dgn syarat langsung dipanen, jangan dibiarkan. Jika diambil secara pelan-pelan sampai matang, mungkin butuh waktu satu bulan baru dipanen semuanya, maka hukum dari jual belinya rusak.

Tapi kalau tujuannya memang buah muda, maka dia panen buah muda seluruhnya tersebut, maka ini hukumnya boleh. & kalau panennya butuh dua, tiga, empat, lima hari, ini tidak termasuk dalam larangan tersebut


Yg dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut adalah


bila pembeli mensyaratkan, “Saya beli sewaktu muda, tapi sampai habis panen ini semua milik saya.” Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ini mengandung unsur gharar yg tinggi.


Baca Juga: dunia lebih hina dari bangkai kambing


Hal ini terjadi dimasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Kenapa pembeli ingin membeli diwaktu muda? Kenapa pembeli tidak membeli diwaktu matang? Tentu harga yg murah. Si penjual: kenapa dia ingin menjual padahal belum matang? Bagi si penjual, uang yg diterima saat ini lebih baik & resiko tidak dia tanggung lagi dari pada harus menunggu sampai matang. Andai umpamanya dalam perjalanan setelah serah terima kemudian buah-buahan yg belum matang itu terkena hama, tentu dia sudah tidak menanggung resiko. Uang sudah diambilnya & yg menanggung kerugian si pembeli.

source:rodja

Info Terkait !!