✪ Larangan Berteman Dengan Teman Yang Buruk Agamanya

Di Jelaskan oleh, Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala

menyebutkan tentang segala bentuk kedekatan manusia, pengikut & orang-orangan yg diikuti, kedekatan &kecintaan mereka sewaktu di dunia akan berakibat lebih fatal & lebih buruk di akhirat nanti.
Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ﴿٢٧﴾ يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾ لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا ﴿٢٩﴾

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit 2 tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan[25]: 26-29)


Ini adalah keadaan orang yg saling mengikuti tanpa petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, saling loyal dan saling mencintai, maka nasibnya seperti ini. Dia akan menyesali orang2 yg dekat dengannya yg ternyata tidak membimbing dia untuk mengikuti jalannya Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan menjadikannya berpaling dari petunjuk tersebut.


Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa


siapa yg menjadi pengikut setia seorang manusia selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yg kemudian dia meninggalkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena mengikuti orang yg diikutinya tersebut, maka sesungguhnya dia akan mengucapkan ucapan ini pada hari kiamat nanti & pasti demikian.


“Jadi di sini, orang yg berpaling dari petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia akan mengatakan, “Duhai alangkah baiknya seandainya dulu di dunia aku mau mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah, seandainya dulu aku tidak menjadikan si fulan ini sebagai orang yg aku kagumi &selalu aku ikuti pendapatnya.”


Ini adalah perkataan yg akan diucapkan oleh setiap orang yg menjadikan selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai panutan yg kemudian dia meninggalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya karena mengikuti, membela & mengambil pendapat dari tokoh yg dikaguminya.


Oleh karena itulah yg disebut sebagai khalil (kekasih) yg selalu diikuti, tokoh yg dikagumi yg selalu diikuti pendapatnya, di sini Allah menyebutkan namanya dengan “fulan”. Karena semua yg diikuti atau yg dijadikan sebagai panutan, maka dia adalah dijadikan sebagai wali-wali penolong selain Allah.


Baca Juga: pesan nabi untuk umat sebelum wafat


Inilah keadaan orang yg saling berkasih sayang, saling menjadikan panutan, saling mengagumi, untuk menyelisihi ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka kesudahan dari kedekatan tersebut akan menjadi permusuhan dan saling melaknat pada hari kiamat. Sebagaimana makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ ﴿٦٧﴾

“Semua orang yg saling menjalin kedekatan, yg saling mengagumi, saling mengikuti, pada hari kiamat nanti akan menjadi musuh satu sama lainnya kecuali orang2 yg bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 67)


Kecuali orang2 yg bertakwa saja, yg mereka menjadikan kedekatan dan hubungan mereka dalam rangka untuk mentaati petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dan sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan keadaan para pengikut ini dan keadaan orang2 yg mereka ikuti di beberapa tempat di dalam Al-Qur’an. Misalnya:

Baca Juga: hukum memakai cadar wanita perlu tau?

Teman Yang Buruk Agamanya


يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّـهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا ﴿٦٦﴾ وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا ﴿٦٧﴾ رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا ﴿٦٨﴾

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah & taat kepada Rasul”. & mereka berkata: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yg benar. Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yg besar”.” (QS. Al-Ahzab[33]: 66-68)


Ini adalah keadaan yg terjadi ketika mereka telah masuk ke dalam neraka. Mereka saling melaknat dan saling mendo’akan keburukan, karena memang hubungan mereka di dunia tidak dibangun di atas ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

source:rodja

Info Terkait !!