✪ Manusia yang paling beruntung pada hari kiamat

suatu ketika Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ

“Wahai Rasulullah, siapa manusia yg paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat? Nabi menjawab: “Hai Abu Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadits, Manusia yg paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yg mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya.” (HR. Bukhari)


Abu Hurairah semangat sekali belajar haditsnya

Makanya tidak aneh kalau Abu Hurairah itu Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Disebutkan bahwa beliau jumlah hadits yg diriwayatkan 5ribu lebih hadits.
Padahal Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi itu hanya 3 tahun saja. Abu Hurairah hijrah pada tahun ke-7 Hijriah. Hanya tiga tahun Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi tapi ternyata Abu Hurairoh menjadi Sahabat yang paling banyak periwayatan haditsnya. Tentunya diantara rahasia kenapa Abu Hurairah menjadi orang yg paling banyak meriwayatkan hadits;

gambaran hari akhir


1- semangatnya Abu Hurairah untuk belajar hadits luar biasa.
2- Abu Hurairah selalu menemani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemana saja. Bahkan disaat orang-orang pergi ke pasar, di saat orang-orang sibuk dengan bisnis mereka, jualan mereka, dengan pertanian mereka, sementara Abu Hurairah selalu menyertai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemana saja.
3- ternyata Abu Hurairoh dido’akan oleh Rasulullah supaya dikuatkan hafalannya.
Makanya tidak aneh kalau Abu hurairoh menjadi Sahabat yg paling banyak meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka dari itulah saudaraku sekalian, kita pun juga penting untuk semangat belajar hadits.

Terlebih Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendo’akan:


نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا
“Semoga Allah memberikan nudhrah (cahaya di wajah) kepada orang yg mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya, & menyampaikannya” (HR. Tirmidzi)


JAUHI PERKARA HARAM


“Jagalah dirimu dari keharaman-keharaman niscaya kamu menjadi orang yg paling beribadah kepada Allah.”
Saudaraku sekalian, ternyata untuk menjadi orang yg paling beribadah kepada Allah yaitu dengan cara meninggalkan keharaman. Kenapa demikian? Karena sesuatu yg haram apabila kita lakukan membuat hati kita hitam dan kelam. Ketika hati kita sudah hitam dan kelam, maka ibadah pun menjadi berat atas kita. Maka dari itulah orang yg paling mudah beribadah adalah orang yg paling bening hatinya. Semakin hati seorang hamba itu bening dari maksiat, maka semakin dia kan mudah didalam melaksanakan perintah-perintah Allah, menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka dari itulah, bila hati kita ini bersih dari dosa, kita tinggalkan semua yang Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan, baik dosa besar maupun dosa kecil, kita akan menjadi hamba yg Allah mudahkan kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Makanya lihat orang2 munafik dijadikan oleh Allah hatinya berat untuk beribadah. Karena hatinya banyak dosa, karena hatinya dipenuhi dengan penyakit kemunafikan. Rasulullah bersabda:

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Tidak ada shalat yg lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat shubuh dan shalat ‘isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yg ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

source:rodja

Info Terkait !!