✪ Orang Yang Mulia Dan Orang Yang Hina

Penyebutan tentang sifat orang yg mulia & orang yang hina. Manusia tidak lepas dari dua perkara ini. Ada orang2 yg mempunyai sifat-sifat mulia, & juga orang2 yg memiliki sifat-sifat yg hina. Tentu kita sebagai seorang Mukmin berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki sifat-sifat yg mulia. Di sini Ibnu Hibban membawakan hadits dari Abu Hurairah. Ia berkata,


“Dikatakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أَىُّ النَّاسِ أَكْرَمُ قَالَ « أَكْرَمُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاهُمْ » . قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ « فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُونِى » . قَالُوا نَعَمْ . قَالَ « فَخِيَارُكُمْ فِى الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِى الإِسْلاَمِ إِذَا فَقِهُوا »

“Siapakah orang yg paling mulia?” “Yg paling mulia di sisi Allah adalah yg paling bertakwa”, kata Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu mereka berkata, “Bukan tentang itu kami bertanya, wahai Rasulullah”. “Maksudnya tentang orang2 Arab yg kamu tanya?”, tanya beliau. Mereka menjawab, “Iya betul”. Beliau bersabada, “Sebaik-baik di antara kalian di masa jahiliyah adalah sebaik-baik kamu dimasa Islam apabila mereka fakih.” (Hadits ini dikeluarkan juga Imam Bukhari dan Muslim)
Karena pemilik kemuliaan hanyalah Allah. & Allah memberikan kemuliaan kepada siapa saja yg memuliakan syariatNya, yg memuliakan perintahNya, yg memuliakan laranganNya, yg memuliakan agamaNya. Maka orang yg memuliakan agamaNya, ia memuliakan perintah-perintah Allah, ia memuliakan larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala & dia mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala seagung-agungnya di hatinya, maka ia pasti diberikan oleh Allah kemuliaan di dunia &akhirat. Maka kata beliau, “Manusia yg paling paling mulia adalah yg paling bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”


Makanya, saudaraku sekalian..
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan para Nabi semulia-mulianya. Sehingga tidak ada satupun manusia kecuali pasti akan mencintai Nabi. Hal ini karena ketakwaan beliau yg sangat sempurna kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Allah. Allah memuliakan para Malaikat sehingga nama Malaikat sesuatu yg sangat harum di mata manusia. Semua manusia pasti menganggap Malaikat adalah makhluk yg mulia. Karena Malaikat sempurna ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka senantiasa berdzikir, mereka senantiasa tunduk, patuh & taat kepada Allah Jalla wa Ala.


Sebaliknya, orang2 yg memaksiati, Allah Subhanahu wa Ta’ala hinakan sehina-hinanya. Ini dia Allah menghinakan iblis akibat dari pada kedurhakaan dia kepada Allah, karena akibat ia membangkang kepada Allah, bahkan ia menyesatkan banyak manusia. Tidak ada setiap manusia pun, pasti tidak suka mendengar kata iblis. Bahkan ia pun tidak suka disebut iblis.


Ini dia Allah menghinakan Fir’aun, Qarun, Haman. Karena mereka menentang dakwah Nabi Musa, mereka memaksiati Allah Jalla wa Ala. Allah jadikan mereka hina sehina-hinanya.
Orang yg bertakwa pasti Allah akan berikan kemuliaan. Maka kita berusaha untuk menjadi orang yg bertakwa dengan cara kita berusaha untuk menjalankan semua perintah-perintah Allah & menjauhi semua yg dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Berkata Zaid bin Tsabit -semoga Allah meridhainya-:


ثلاث خصال لا تجتمع إلا في كريم حسن المحضر واحتمال الزلة وقلة الملالة
“Ada tiga perangai yang hanya dimiliki oleh orang yang mulia saja; Akhlak yang baik, menerima kekurangan orang lain dan tidak cepat bosan.”


AKHLAK YANG BAIK


Ketika bergaul dengan istrinya, ketika bergaul dengan anaknya, dengan temannya, dengan tetangganya, dengan masyarakatnya, ia perlihatkan kebaikan akhlak, keindahan sikap, sehingga orang ini mulia dan pasti mulia. Orang yg akhlaknya baik bukan hanya mulia di hadapan manusia tapi juga mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kedudukan yg sangat tinggi.
Kata Rasulullah:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Seseorang diberikan kedudukan oleh Allah kedudukan orang yg selalu berpuasa, orang yg selalu shalat, dgn akhlaknya yg baik.” (HR. Abu Dawud)


MENERIMA KEKURANGAN ORANG LAIN


Dia menerima kekurangan temannya, saudaranya, istrinya, karena dia tahu bahwa yg namanya manusia adalah tempat kesalahan. Siapa manusia yg sempurna di dunia ini? Orang yg mulia itu bukanlah orang yg ingin punya teman tak ada salahnya. Tidak mungkin di dunia ini kita memiliki teman yg tidak ada salahnya. Orang yg mulia itu, dia mengerti bahwa istrinya adalah wanita yg tidak lepas dari kekurangan. Dia berusaha untuk menerima itu semua. Bahkan dia pun sadar bahwa dirinya penuh kekurangan, penuh kesalahan.


orang yg Haram baginya tersentuh api


Dia bergaul dengan manusia tidak cepat bosan. Dalam artian dia menyenangkan orang lain, dia dekat dengan manusia. Maka dari itulah, saudaraku, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mensifati orang yg haram masuk neraka:
‎ ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ
“Maukah kalian aku tunjukkan orang yg Haram baginya tersentuh api neraka?” Para Sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulallah!” Beliau menjawab: “(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin (tawadhu), Layyin (lembut), Qarib (dekat), Sahl (mudah).” (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
Artinya kebenaran hanyalah bisa diterima oleh orang2 yg jiwanya mulia, yg mencintai kebenaran & berusaha mengikutinya. Sementara orang2 yg jiwanya hina, walaupun dia mengetahui kebenaran dia tidak menginginkannya. Akibat kehinaan jiwanya. Karena hinanya jiwa dia, akibatnya dia menginginkan kehinaan. Yaitu kebalikan dari kebenaran.
إذا كان الفتى حسنا كريما … فكل فعاله حسن كريم …
“Kalaulah seorang pemuda itu baik dan mulia… pastilah semua perbuatannya, tindak-tanduknya, sikapnya pun juga akan baik dan bagus…”
Orang yg mulia akan terlihat dari akhlaknya, orang mulia itu akan terlihat dari matanya, orang yang mulia itu akan terlihat dari lisannya, dari kesopan santunannya, kelembutan dan yg lainnya.
إذا ألفيته سمجا لئيما … فكل فعاله سمج لئيم …
“Jika aku menemukan pemuda yg hina… maka pasti perbuatan juga akan terlihat pada tingkah lakunya itu…”

source:rodja

Info Terkait !!